Tampilkan postingan dengan label Organisasi dan Arsitektur Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organisasi dan Arsitektur Komputer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 April 2021

Konversi Bilangan


Bilangan desimal dapat dikonversikan ke dalam bilangan biner. Ada banyak cara untuk melakukan konversi bilangan dan yang sering digunakan untuk memindah bentuk bilangan adalah “proses sisa”
Sistem Bilangan Digital
Gambar 1. Sistem Bilangan Digital
Contoh: Konversi bilangan desimal Z(10) = 83 ke bilangan biner Z(2) dibagi dengan basis bilangan baru yaitu 2.
 83 : 2 = 41 sisa 1
Sisa 1 ini merupakan digit pertama dari bilangan biner ….xxxx1,. Untuk mendapatkan harga pada digit berikutnya adalah
  41 : 2 = 20 sisa 1
Sisa 1 ini menempati digit selanjutnya sehingga bentuk binernya …xxx11 dan seterusnya seperti di bawah ini.

Untuk meyakinkan hasil konversi di atas benar, maka lakukan perhitungan seperti dibawah ini
     = 1. 26 + 0. 25 + 1. 24 + 0.23 + 0.22 +1. 21+ 1. 20

    = 1. 64 + 0. 32 + 1. 16 + 0. 8 + 0. 4 + 1. 2 + 1. 1

    Z(10) = 83
Bilangan biner dapat dikonversikan ke dalam bilangan desimal. Untuk mengubahnya dengan mengalikan masing-masing angka dengan basis yang pangkatnya sesuai dengan tempat masing-masing. Hasil penjumlahan merupakan bilangan desimal yang dicari.

Contoh

Konversi bilangan biner Z(2) = 10101010 ke bilangan desimal Z(10)

Konversi Bilangan Desimal ke Oktal dan Sebaliknya

Bilangan desimal dapat dikonversikan ke dalam bilangan oktal. Ada banyak cara untuk melakukan konversi bilangan dan yang sering digunakan untuk memindah bentuk bilangan adalah “proses sisa”.

Contoh Konversi bilangan desimal Z(10) = 1059 ke bilangan oktal Z(8)

Untuk meyakinkan hasil konversi di atas benar, maka lakukan perhitungan seperti dibawah ini
     = 2. 83 + 0. 82 + 4. 81 + 3. 80
    = 2. 512 + 0. 64 + 4. 8 + 3.1
    = 1024 + 0 + 32 + 3
    Z(10) = 1059
Bilangan oktal dapat dikonversikan ke dalam bilangan desimal. Untuk mengubahnya dengan mengalikan masing-masing angka dengan basis yang pangkatnya sesuai dengan tempat masing-masing. Hasil penjumlahan merupakan bilangan desimal yang dicari.
Konversi bilangan oktal Z(8) = 4327 ke bilangan desimal Z(10)

Konversi Bilangan Desimal ke Heksadesimal dan Sebaliknya

Bilangan desimal dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal. Ada banyak cara untuk melakukan konversi bilangan dan yang sering digunakan untuk memindah bentuk bilangan adalah “proses sisa”.
Contoh
Konversi bilangan desimal Z(10) = 10846 ke bilangan heksadesimal Z(16)

Untuk meyakinkan hasil konversi di atas benar, maka lakukan perhitungan seperti dibawah ini
     = 2. 163 + 10. 162 + 5. 161 + 14. 160
    = 2. 4096 + 10. 256 + 5. 16 + 14. 1
    = 8192 + 2560 + 80 + 14
    Z(10) = 10846

Bilangan heksadesimal dapat dikonversikan ke bilangan desimal. Untuk mengubahnya dengan mengalikan masing-masing angka dengan basis yang pangkatnya sesuai dengan tempat masing-masing. Hasil penjumlahan merupakan bilangan desimal yang dicari. Berikut contohnya. Konversi bilangan heksadesimal Z(16) = B3C9 ke bilangan desimal Z(10)

 Jadi, Z(16) = B3C9 adalah Z(10) = 46025

Konversi Bilangan Biner ke Oktal dan Sebaliknya

Bilangan biner dapat dikonversikan ke dalam bilangan oktal dengan mengelompokkan angka biner menjadi tiga, dimulai dari sebelah kanan kemudian masing-masing kelompok dikonversikan kedalam angka desimal dan hasilnya diurutkan.
Contoh 11001101(2) = … (8)


Bilangan oktal dapat dikonversikan ke dalam bilangan biner dengan cara memecahkan bilangan oktal tersebut per satuan bilangan kemudian masing-masing diubah ke bentuk biner tiga angka. Misal, mengkonversikan nilai 2, binernya bukan 10 melainkan 010. Setelah itu, hasil seluruhnya diurutkan kembali.
Contoh 147(8) = … (2)


Konversi Bilangan Biner ke Heksadesimal dan Sebaliknya


Bilangan biner dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal yaitu dengan cara mengambil 4 karakter dari kanan. Jika angka terakhir kurang dari 4 karakter, maka bisa ditambahkan angka 0 untuk mempermudah pengoperasian.
Contoh
Konversi bilangan biner Z(2) = 1110111111010100 ke bilangan heksadesimal Z(16)


Bilangan heksadesimal dapat dikonversikan ke dalam bilangan biner yaitu dengan cara menerjemahkan angka heksadesimal kedalam biner
Contoh
Konversi bilangan heksadesimal(16) ke bilangan biner(2)

Konversi Bilangan Oktal ke Heksadesimal dan Sebaliknya

Bilangan oktal dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal memerlukan dua langkah. Pertama, mengubah sistem bilangan oktal ke sistem bilangan biner kemudian dari bilangan biner diubah ke sistem bilangan heksadesimal.
Contoh
 365(8) = … (16)
Langkah pertama, diubah menjadi biner
 365(8) = 11 110 101 (2)
Kemudian, bilangan biner di atas dikelompokkan setiap 4 digit dimulai dari yang sebelah kanan.

Bilangan heksadesimal dapat dikonversikan ke sistem bilangan oktal, yang pertama harus dilakukan adalah dengan mengkonversikan bilangan heksadesimal terlebih dahulu ke bilangan biner, kemudian baru konversikan ke bilangan oktal. Perlu diingat bahwa huruf-huruf yang ada merupakan nama lain dari angka selain 0 – 9. Maka, huruf C adalah angka 12.
Contoh
Konversikan bilangan heksadesimal ke biner terlebih dahulu:

Kemudian, konversikan bilangan biner 1100 0101 0100(2) ke bilangan oktal

Senin, 01 Maret 2021

Sejarah Terbentuknya Komputer Dari Generasi Pertama Sampai Generasi Modern


 Assalamualaikum Wr.Wb

Perkenalkan nama saya Bagas Setiawan. Saya mahasiswa dari Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) dan saya mengambil program studi S1 Teknik Komputer.

        Salam sejahtera bagi kita semua, Tabik Pun...., Semoga kita selelu dalam lindungan Allah SWT di jauhkan dari berbagai macam penyakit dan virus, dan semoga kita selalu menjadi insan yang senantiasa bersyukur dengan apa yang di berikan oleh Allah SWT.

        Dalam blog yang saya tulis saya berharap apa yang saya tulis ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua, dan teman-teman semua dapat mengerti apa yang saya sampaikan lewat blog saya ini.

        Sejarah komputer generasi pertama yang dikenal dengan Electronic Numerical Integrator and Calculator) yaitu sebuah alat digital elektronik yang dirancang pada Tahun 1942.

Berikut ini adalah perkembangan komputer dan ciri-cirinya:

1.Komputer Generasi Pertama

        Disebut juga dengan tabung vakum, tahun 1946 komputer ini diciptakan dengan tabung vakum yang beratnya hampir mencapai 30 ton. Komputer ini masih menggunakan bahasa mesin yang hanya bisa di mengerti oleh komputer itu sendiri.

Ciri-Ciri:

  • Proses kurang cepat
  • Daya simpannya kecil
  • Suhu yang cepat panas
  • Ukuran Hardware yang besar sehingga membutuhkan ruang yang besar

2.Komputer Generasi Kedua

        Disebut juga dengan generasi transistor, yang mulai digunakan sekitar tahun 1959 hingga 1965. Kelebihan: Ukuran lebih kecil, tidak terlalu panas, tingkat kegagalan minim dan tidak menggunakan bahasa mesin namun menggunakan bahasa FORTAN dan CBOL.

Ciri-Ciri:

  • Proses operasi lebih cepat
  • Mengembangkan magnetic score storage sebagai memori utama
  • Mempu melakukan proses real time dan real sharing
  • Bahasa Pemograman tingkat tinggi

3.Komputer Generasi Ketiga

        Disebut Juga dengan Generasi IC. Bentruk transistor diperkecil kemudian diletakkan pada IC bersama dengan resistor dan kapasitor. Yang pertama kali dikembangkan oleh Jack Kilby seorang Insiyur Listrik. Komputer yang pertama kali menggunakan monitor dan keyboard.

Ciri-Ciri: 

  • Kapasitas memori lebih besar
  • Menggunakan terminal visual display yang bisa di gunakan untuk suara
  • Menggunakan IC, Sehingga Performa lebih cepat
  • Peningkatan Software

4.Komputer Generasi Keempat

        Disebut juga dengan generasi microposessor, Komputer yang pertama kalii dibuat oleh IBM pada tahun 1971. Seiring berkembangnya waktu, para pakar mencoba melengkapinya dengan PC Compatible. Oleh Karena itu, generasi sekarang disebut dengan istilah PC. Dan di kembangkan sampai sekarang yaitu Laptop.

 Ciri-Ciri:

  • Dapat Menggunakan LSI atau Large Scale Integration
  • Menggunakan Semikonduktor dan Mikro Processor berbentuk chip untuk memorinya.
  • Dipasang juga pada sektor perorangan.

5.Komputer Generasi Kelima

        Disebut Juga dengan Generasi AI yang memiliki kecerdasan buatan sehingga dapat melakukan input dengan lebih baik. Banyak para developer saat ini mulai menggunakannya. Yang disebut sebagai komputer masa depan.

        LSI (Large Scale Integradion) yang memadatkan ribuan Microprosessor. Walupun komputer ini memiliki ukuran yang kecil namun memiliki kecepatan dan kecanggihan yang tidak perlu diragukan lagi.

Ciri-Ciri:

  • Menggunakan Teknologi LSI
  • Fitur semakin banyak
  • Pemrosesan informasi yang lebih cepat
  • Kemampuan multimedia yang lebih canggih dari komputer sebelumnya
  • Ukurann komputer yang semakin minimalis

        Sekian blog dari saya, mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman semua. Jangan lupa lampirkan kritik dan saran di kolom komentar karan saran dari anda sangat membantu saya dalam penulisan blog saya selanjutnya. Terima Kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb.